TEKNIK 3D PRINT FDM (FUSED DEPOSITION MODELLING)

Teknik printing FDM atau Fused Deposition Modelling adalah teknik dimana bahan mentah dibentuk melalui proses ekstrusi dan membentuk objek secara path-by-layer. Sebuah objek dibentuk secara selektif yang sudah diatur sebelumnya oleh lelehan material. Material yang digunakan adalah polimer termoplastik yang sering disebut filamen.

Teknik FDM (Fused Deposition Modelling) atau FFF (Fused Filament Fabrication) adalah teknik yang paling populer di masyarakat, dikarenakan teknik ini adalah teknik termudah untuk mencetak 3d. Dengan biaya produksi yang terbilang murah, material filamen juga sudah banyak dijual dipasaran kita bisa mencetak sebuah part dengan cepat dan efisien. 

Bagaimana cara kerja Printer FDM (Fused Deposition Modelling) ???

1. Gulungan filamen yang akan dicetak dimasukkan ke sebuah jalur ekstrusi, sembari menunggu ujung nozzle mencapai suhu yang sesuai dengan material filament (misal Bahan PLA >>>205 derajat celsius).

2. Setelah suhu tercapai, bagian ekstruder yang terdiri dari nozzle dan motor ekstruder terpasang pada mesin yang memungkinkan untuk bergerak secara sumbu X, Y dan Z. Lalu lelehan filamen tadi digerakkan oleh sumbu XYZ sehingga membentuk sebuah objek secara layer by layer yang kemudian dingin dan beku. Ada cara yang lebih cepat agar lelehan filamen tersebut beku yaitu dengan menambah kipas pendingin.

3. Untuk mengisi volume sebuah objek, biasanya kepala ekstruder bergerak seperti mewarnai sebuah kotak dengan spidol atau ballpoint. Proses ini dilakukan secara terus menerus, entah kepala ekstruder tadi bergerak keatas (sumbu z) atau sumbu Z yang turun kebawah, tergantung pada konfigurasi setiap mesin.

Terdapat juga parameter yang biasanya digunakan dalam teknik FDM diantara lain :

1. Build Size 

  Build size disini dimaksudkan bidang / area kerja yang dapat dicetak oleh sebuah mesin. Pada umumnya berukuran 200 x 200 x 160 mm. 

2. Layer Height 

  Semakin kecil angka layer height, semakin detail dan halus hasil cetaknya. Akan tetapi semakin besar angka layernya semakin cepat juga durasi cetaknya. Biasanya layer height di set di angka 0.1mm-0.4mm tergantung diameter nozzle.

3. Infill dan Shell Thickness

   Infill adalah kepadatan volume objek 3d yang dicetak, semakin padat semakin berat juga hasilnya, tetapi semakin kuat dan keras. Shell Thickness adalah seberapa tebal dinding dari objek , semakin tebal semakin kuat objek tersebut.

Keuntungan dan Kekurangan FDM

+ Teknik yang paling mudah, efisien dan efektif untuk membuat custom part dan prototype dari bahan termoplastik

+ Durasi pengerjaan yang terbilang cukup singkat

+ Bahan material sudah sangat banyak dipasaran dan mudah didapatkan

– Teknik yang paling rendah untuk mengejar akurasi, dibandingkan dengan teknik 3d print lainnya

– Layer hasil cetak sangat mudah terlihat sehingga perlu proses finishing agar mendapatkan permukaan yang halus.

– Adhesion issue, jika bed kerja tidak rata maka akan terjadi warping atau tidak menempel nya first layer dengan baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *